Pilkada Bangka Belitung 2024

Daftar Nama Panelis Debat Publik Perdana Pilgub Bangka Belitung 2024, Rektor Hingga Guru Besar

Daftar nama panelis kegiatan debat publik perdana untuk Pilgub Bangka Belitung 2024 telah mengerucut pada 7 nama.

Tayang:
Editor: Kamri
tribunnews.com
Ilustrasi Pilkada serentak 2024. Debat publik perdana Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung pada Pilkada Bangka Belitung 2024 dijadwalkan pada Rabu (23/10/2024). 

POSBELITUNG.CO – Daftar nama panelis kegiatan debat publik perdana untuk Pilgub Bangka Belitung 2024 telah mengerucut pada 7 nama.

Nama-nama yang akan menjadi panelis debat public yang pertama untuk Pilgub Bangka Belitung 2024 ini diantaranya terdapat nama rektor hingga guru besar.

Komisioner Divisi Sosdikli dan Parmas KPU Bangka Belitung, Deni mengungkapkan pihaknya memusatkan pelaksanaan debat publik Pilgub Bangka Belitung ini berlangsung sebanyak 2 kali.

Debat public Pilgub Bangka Belitung yang pertama akan dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Oktober 2024 di Novotel Hotel Bangka.

Sedangkan debat publik kedua akan berlangsung pada tanggal 20 November 2024 akan berlangsung di Pulau Belitung. 

Deni mengungkapkan ada tujuh orang panelis debat publik pertama pada 23 Oktober 2024.

Mereka yang menjadi panelis ini diantaranya adalah rektor dan guru besar di perguruan tinggi di Bangka Belitung.

Berikut daftar nama panelis debat public Pilgub Bangka Belitung 2024:

- Dr Darul Aqram (Rektor Institut Pahlawan 12)

- Prof Dr Zayadi (Guru Besar IAIN SAS Babel)

- Dr Irawan (Rektor IAIN)

- Dr Iskandar (Dekan IAIN SAS Babel)

- Dr Iskandar Zulkarnain (Dekan FISIP UBB)

- Dr Dwi Haryadi (Dosen Fakultas Hukum UBB)

- Aidil Akbar (Dosen di Bandung)

Diketahui debat publik perdana pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung pada Pilkada Bangka Belitung 2024 dijadwalkan pada Rabu (23/10/2024).

Debat publik perdana yang digelar KPU Bangka Belitung perdana ini akan berlangsung di Novotel Hotel Bangka.

Tema yang akan diangkat dalam debat publik perdana ini yaitu masalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan demokrasi lokal dan tata kelola pemerintah yang baik menuju Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berkualitas dan berkeadilan.

Sub tema debat publik pertama akan dikerucutkan dalam beberapa poin.

Pertama, membangun masyarakat sejahtera yang didalamnya ada kesehatan, pendidikan dan sosial budaya.

"Sub tema kedua yaitu penguatan demokrasi lokal dan kohesi sosial yang berkaitan kesetaraan, karena kita kepulauan, antara Bangka, Belitung dan pulau pulau lainnya," kata Deni, Selasa (15/10/2024).

Sub tema ketiga, mengangkat mengenai tata kelola pemerintahan, reformasi birokrasi dan efektivitas pelayanan publik bagi masyarakat.

"Ini masing-masing ada empat pernyataan dari setiap sub tema  Jadi total ada 12 pertanyaan," jelasnya.

Partisipasi Aktif Mahasiswa

Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pers Mahasiswa Institut Pahlawan 12 menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pilkada Riang Gembira dan Harmonis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”.

Acara yang berlangsung di Terrace Hotel, Pangkalpinang, pada Senin (14/10/2024) ini bertujuan untuk menciptakan suasana demokrasi yang damai dan penuh sukacita pada Pilkada Bangka Belitung 2024.

FGD ini mengundang partisipasi aktif mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung, tokoh masyarakat, aktivis, serta perwakilan organisasi kepemudaan.

Ketua BEM Institut Pahlawan 12, Kristian Wulandari mengemukakan pentingnya peran mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

“Kami ingin mengajak semua elemen, terutama mahasiswa, untuk berpartisipasi aktif dalam Pilkada.

Jangan sampai suara kita hilang hanya karena tidak menggunakan hak pilih.

Kita ingin pilkada kali ini berjalan kondusif dan aman sesuai dengan tema kita hari ini pilkada yang riang gembira dan harmonis di Bangka Belitung," ujar Kristian Wulandari dalam rilis, Selasa (15/10/2024).

Baca juga: Bawaslu Bangka Belitung Ingatkan Anggota DPRD Ikut Kampanye Pilkada Serentak 2024 Harus Cuti  

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Wakil Rektor III Institut Pahlawan 12, Bambang Ari Satria sebagai moderator.

FGD ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Ketua KPU Babel, Husin, Budayawan Babel, Ahmadi Sofiyan, serta Koordinator Program Studi Ilmu Politik UBB, Sandy Pratama.

Pembicara memberikan pandangan mereka mengenai upaya menjaga keberagaman dan keharmonisan di tengah dinamika politik jelang Pilkada.

Ahmadi Sofiyan budayawan Bangka Belitung menekankan pentingnya nilai-nilai budaya lokal dalam menjaga kebersamaan dan harmoni dalam masyarakat.

“Kita harus kembali kepada kearifan lokal yang selalu menjunjung tinggi persatuan. Perbedaan politik tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjatuhkan, melainkan justru menguatkan kita sebagai masyarakat Bangka Belitung,” jelasnya.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho/Sela Agustika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved