Berita Bangka Belitung

KONI Babel Rapatkan Barisan Setelah Dapat Info Dana Hibah untuk Mereka Dipotong jadi Rp1 Miliar

Dana hibah yang semula disetujui Rp 1,65 miliar ternyata mengalami pemotongan lebih lanjut.

Tayang:
Penulis: Rizky Irianda Pahlevy | Editor: Teddy Malaka
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
PEMOTONGAN ANGGARAN - KONI Provinsi Bangka Belitung menggelar rapat, terkait penjabaran rencana rerja 2025, Jum’at (14/2/2025). Rapat ini membahas anggaran KONI yang dipangkas. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - KONI Provinsi Bangka Belitung menggelar rapat penjabaran rencana kerja 2025 dengan tujuan untuk memastikan langkah-langkah konkret dalam peningkatan dan kemajuan dunia olahraga di provinsi yang dikenal dengan sebutan negeri Serumpun Sebalai. Rapat yang dihadiri oleh 22 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari perencanaan program hingga anggaran yang tersedia.

Ketua KONI Provinsi Bangka Belitung, Ricky Kurniawan, tidak menutup fakta bahwa kondisi anggaran yang dihadapi oleh organisasi olahraga di provinsi tersebut cukup memprihatinkan.

"Anggaran 2025 yang kami ajukan Rp 5 miliar, namun yang disetujui oleh Badan Anggaran hanya Rp 1,65 miliar. Tentunya kami telah melakukan berbagai upaya, termasuk melobi anggaran ke eksekutif dan legislatif," ungkap Ricky pada rapat yang digelar Jumat (14/2/2025).

Namun, kabar terbaru yang beredar menambah tantangan yang harus dihadapi KONI Provinsi Bangka Belitung.

Dana hibah yang semula disetujui Rp 1,65 miliar ternyata mengalami pemotongan lebih lanjut.

"Informasi dua hari yang lalu, terjadi pemotongan lagi 40 persen untuk seluruh dana hibah Provinsi Bangka Belitung. Jadi, dana yang tersisa untuk KONI hanya berkisar Rp 1 miliar. Seluruh pencairan dana hibah ditunda sampai pembahasan dengan Komisi 2 dan Banggar DPRD Bangka Belitung kembali," jelas Ricky dengan nada keprihatinan.

Tidak hanya anggaran, rapat tersebut juga membahas sikap tegas KONI Provinsi Bangka Belitung terhadap Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024.

Menurut Ricky, kebijakan tersebut kontroversial dan dianggap bertentangan dengan Piagam Olimpiade, yang mengatur agar dunia olahraga bebas dari intervensi politik.

"Permenpora ini kami anggap kontroversial, dan bertentangan dengan Piagam Olimpiade. Sedangkan di dalam Piagam Olimpiade mengatur, agar olahraga bebas dari intervensi politik," bebernya.

Ricky juga membuka ruang diskusi terkait Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI 2026, yang hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan signifikan dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung.

KONI Provinsi Bangka Belitung merasa penting untuk segera mengonfirmasi langkah-langkah konkret agar pelaksanaan Porprov 2026 dapat berjalan lancar. 

"Kami sudah meminta Pemprov untuk segera mensurati Pemerintah Kabupaten/Kota terkait tuan rumah dan segera membentuk PB Porprov. Pemprov akan mengkaji kembali pelaksanaan Porprov VI 2026," ujar Ricky.

Sementara itu, Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bangka Belitung, Eddy Supriadi, juga menekankan perlunya perhatian lebih dari Pemerintah terhadap kemajuan olahraga.

Eddy berharap adanya pembicaraan yang lebih intensif dengan eksekutif dan legislatif untuk membahas anggaran dan kebijakan terkait, guna mencapai kesepakatan yang lebih menguntungkan bagi dunia olahraga di provinsi tersebut.

"Kami rasa perlu untuk mengajak anggota untuk bertemu dengan eksekutif dan legislatif, dalam pembahasan anggaran agar bisa ada negosiasi terkait anggaran maupun Porprov 2026," ungkap Eddy.

Ke depan, meski tantangan anggaran dan regulasi terus mengemuka, KONI Provinsi Bangka Belitung tetap berkomitmen untuk mewujudkan kemajuan olahraga di Serumpun Sebalai, dengan harapan akan ada dukungan lebih dari pihak eksekutif, legislatif, serta seluruh pihak terkait dalam mewujudkan impian tersebut.(*)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved